KNKT Temukan Bahaya Mobil Listrik, Respons Menperin Begini

Dilema Keselamatan Mobil Listrik: Pintu Terkunci Otomatis Saat Darurat, KNKT Desak Reviu Desain

Mobil Listrik Lonjakan populasi kendaraan listrik (EV) di Indonesia membawa tantangan baru di sektor keselamatan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap temuan krusial mengenai risiko sistem kelistrikan yang dapat menghambat proses evakuasi saat terjadi insiden.

Mobil Listrik

Dalam investigasi terbarunya, KNKT menemukan kasus di mana sebuah mobil listrik benar-benar tidak dapat dibuka pintunya dari luar maupun dalam akibat gangguan pada sistem baterai bertegangan rendah (12 volt).

Bahaya “Lockdown” Saat Baterai 12V Bermasalah

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan bahwa ketergantungan penuh pada sistem elektrikal untuk mekanisme pintu sangat berisiko dalam kondisi darurat.

“Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka secara manual,” tegas Soerjanto.

Atas temuan ini, KNKT merekomendasikan para produsen otomotif untuk mengevaluasi kembali desain keselamatan mereka, memastikan akses evakuasi tetap tersedia meski sistem kelistrikan mati total.

Respons Pemerintah: Rasio Insiden Masih Kecil

Menanggapi temuan tersebut, pihak pemerintah meminta masyarakat untuk melihat isu ini secara proporsional. Agus, perwakilan pemerintah dalam diskusi media di Bandung (29/1/2026), menekankan bahwa setiap teknologi baru pasti melewati fase pembelajaran.

“Rasio kejadiannya kan kecil sekali dibandingkan jumlah mobil listrik yang beredar. Jadi tidak bisa diambil sebagai sesuatu yang konklusif bahwa teknologi ini tidak aman,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa industri global terus melakukan penyempurnaan desain seiring berjalannya waktu.


Analisis: Mengapa Isu Ini Penting Bagi Calon Pembeli?

Untuk menambah wawasan Anda, berikut adalah beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan terkait keamanan mobil listrik saat ini:

1. Perbedaan Baterai Traction vs Baterai 12V

Banyak pengguna awam mengira jika baterai utama (yang digunakan untuk menggerakkan mobil) penuh, maka mobil aman. Faktanya, sistem penguncian pintu, lampu, dan sistem pintar biasanya bergantung pada baterai 12 volt. Jika baterai kecil ini soak, mobil bisa mengalami “mati total” secara sistemik.

2. Pentingnya Fitur “Manual Override”

Beberapa mobil listrik modern menyembunyikan tuas pembuka pintu manual di balik panel atau di posisi yang tidak lazim demi estetika minimalis. Temuan KNKT ini menegaskan bahwa edukasi mengenai posisi Manual Release Handle sangat vital bagi pemilik EV.

3. Standar Keamanan Global yang Terus Berubah

Investigasi KNKT ini diprediksi akan mendorong standarisasi baru di Indonesia bagi para manufaktur (APM) untuk menyertakan fitur keselamatan fisik yang tidak bergantung sepenuhnya pada arus listrik.

wspublishers.com

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*