Kebocoran Hidrogen Paksa NASA Tunda Misi Artemis 2: Mimpi ke Bulan Mundur ke Maret
FLORIDA – Ambisi NASA untuk segera mengirimkan manusia kembali ke orbit Bulan harus sedikit tertahan. Misi Artemis 2, yang dijadwalkan menjadi penerbangan berawak pertama dalam program ini, resmi mengalami penundaan setelah uji coba pengisian bahan bakar (wet dress rehearsal) di Kennedy Space Center terpaksa dihentikan lebih awal.

Masalah teknis berupa kebocoran hidrogen pada roket Space Launch System (SLS) menjadi penyebab utama di balik keputusan NASA menggeser jadwal peluncuran dari Februari ke Maret 2026.
Kronologi Insiden: Drama di Pad 39B
Uji coba yang dimulai pada Sabtu (31/1) awalnya berjalan lancar. Tim teknis berupaya mengisi lebih dari 700.000 galon hidrogen cair dan oksigen cair ke dalam perut roket raksasa tersebut. Namun, pada Senin (2/2), sensor mendeteksi adanya kebocoran pada sistem quick disconnect umbilical—sambungan vital di bagian bawah roket.
Meskipun tim teknis sempat melakukan perbaikan darurat selama berjam-jam, lonjakan kebocoran kembali terjadi saat hitung mundur mencapai T-5 menit 15 detik. Demi keselamatan dan integritas data, NASA memilih untuk menghentikan pengujian sebelum mencapai fase final yang dipersyaratkan untuk misi berawak.
Perbandingan dengan Artemis 1
Insiden ini seolah menjadi deja vu. Pada misi Artemis 1 tiga tahun lalu, masalah kebocoran hidrogen serupa sempat memaksa roket ditarik kembali ke Vehicle Assembly Building (VAB) sebanyak tiga kali.
“Meskipun ada kendala, uji coba Artemis 2 ini sebenarnya jauh lebih sukses secara data teknis dibandingkan Artemis 1. Kami berhasil mengisi penuh kedua tahap roket sebelum kebocoran tersebut muncul di fase kritis,” ungkap perwakilan NASA.
Intisari Berita: Poin Penting Penundaan Artemis 2
Untuk memudahkan Anda memahami situasi terkini, berikut adalah poin-poin utamanya:
-
Penyebab Penundaan: Kebocoran hidrogen pada sambungan cepat (umbilical) saat pengisian bahan bakar.
-
Status Uji Coba: Terhenti pada T-5 menit 15 detik (Gagal mencapai target akhir).
-
Target Peluncuran Baru: NASA melewatkan jendela peluncuran Februari dan menargetkan Maret 2026.
-
Kru Astronaut: Tetap dijadwalkan membawa Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.
Mengapa Hidrogen Cair Sangat Sulit Ditangani?
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa masalah “kebocoran” ini selalu muncul? Ada beberapa alasan teknis yang membuat roket SLS sangat menantang:
-
Ukuran Molekul: Hidrogen adalah molekul terkecil di alam semesta. Ia dapat merembes melalui celah mikroskopis yang bahkan tidak bisa dilewati gas lain.
-
Suhu Ekstrim: Hidrogen harus dijaga pada suhu -253°C. Suhu sedingin ini menyebabkan logam pada sambungan roket menyusut dan memuai secara drastis, menciptakan risiko celah pada segel pelindung.
-
Sifat Mudah Terbakar: Kebocoran sekecil apa pun sangat berbahaya karena hidrogen sangat mudah terbakar dan tidak berwarna saat meledak di siang hari.
Masa Depan: Jembatan Menuju Pendaratan di Bulan
Penundaan satu bulan ini dinilai sebagai langkah konservatif namun bijak. Misi Artemis 2 adalah misi berdurasi 10 hari yang akan membawa empat astronaut mengelilingi sisi jauh Bulan. Ini adalah langkah validasi krusial sebelum Artemis 3 mencoba mendaratkan kembali manusia di permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo.
NASA kini fokus melakukan evaluasi apakah perbaikan bisa dilakukan langsung di landasan peluncuran atau apakah roket harus “pulang” sejenak ke VAB untuk penggantian komponen segel.








