Elon Musk Beli Ribuan Truk Buatan Sendiri, Pakai Duit Perusahaan

Strategi “Kantong Kanan ke Kantong Kiri”: SpaceX Borong Ribuan Cybertruck Saat Penjualan Tesla Lesu

TEXAS – CEO Tesla, Elon Musk, tengah menjadi sorotan tajam setelah terungkap melakukan langkah kontroversial untuk mendongkrak angka penjualan kendaraannya. Di tengah anjloknya minat pasar terhadap Cybertruck, Musk melalui perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, dilaporkan memborong ribuan unit truk listrik tersebut guna menopang kinerja keuangan Tesla yang kian tertekan.

Truk

Borong 1.000 Unit Demi “Selamatkan Muka”

Berdasarkan laporan dari Electrek, SpaceX telah membeli lebih dari 1.000 unit Cybertruck dan berencana menambah pesanan sebanyak 1.000 unit lagi dalam waktu dekat. Langkah ini diperkirakan menelan biaya lebih dari US$ 100 juta.

Banyak analis menilai aksi ini sebagai upaya Musk untuk memanipulasi persepsi pasar. Pasalnya, Cybertruck yang awalnya ditargetkan terjual 500.000 unit per tahun, justru mencatat performa buruk. Pada Kuartal III/2025, penjualannya di AS hanya menyentuh 5.385 unit, anjlok drastis sebesar 62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Mengapa Penjualan Tesla Merosot Tajam?

Beberapa faktor krusial menjadi penyebab utama mengapa raksasa EV ini mulai kehilangan taji di pasar global dan domestik:

  • Penghapusan Insentif Pajak: Pemerintah AS secara resmi menghapus insentif pajak kendaraan listrik (EV), yang membuat harga Tesla menjadi kurang kompetitif bagi konsumen kelas menengah.

  • Masalah Teknis & Recall: Citra Cybertruck tercoreng akibat 8 kali proses recall karena berbagai cacat produksi. Konsumen juga mengeluhkan jarak tempuh yang jauh di bawah janji awal meski dibanderol dengan harga selangit.

  • Sentimen Politik Musk: Keterlibatan Musk dalam politik praktis—terutama perannya memimpin departemen DOGE yang memaksa pengunduran diri massal PNS di AS—memicu boikot dari sebagian konsumen. Penjualan Tesla pada November 2025 bahkan menyentuh titik terendah dalam empat tahun terakhir.

Anomali Saham: Valuasi Tembus US$ 1,5 Triliun

Uniknya, meski performa penjualan unit melempem dan rencana peluncuran Model Y versi murah gagal mengangkat angka pengiriman, harga saham Tesla justru meroket. Kapitalisasi pasar Tesla kini menembus angka fantastis US$ 1,5 triliun, menunjukkan adanya ketimpangan antara nilai spekulasi saham dengan realitas penjualan produk di lapangan.


Intisari Berita (Key Highlights)

Untuk memahami situasi ini secara cepat, berikut adalah poin-poin utamanya:

  1. Aksi Internal: SpaceX (milik Musk) membeli 2.000 unit Cybertruck senilai lebih dari US$ 100 juta untuk membantu performa Tesla.

  2. Penurunan Drastis: Penjualan Cybertruck anjlok 62% YoY pada Q3/2025, hanya terjual sekitar 5.385 unit.

  3. Krisis Kepercayaan: Cybertruck telah mengalami 8 kali recall dan menghadapi kritik keras terkait efisiensi baterai.

  4. Dampak Politik: Kebijakan Musk di pemerintahan (DOGE) berdampak negatif pada sentimen pembeli Tesla di Amerika Serikat.

  5. Target Meleset: Tesla diprediksi kembali gagal mencapai target penjualan pada Kuartal IV/2025 akibat penghapusan subsidi EV.


Analisis SEO & Keyword:

  • Keywords Utama: Penjualan Tesla 2025, Elon Musk SpaceX Cybertruck, Saham Tesla US$ 1,5 Triliun, Masalah Cybertruck, Recall Tesla.

  • Target Pembaca: Investor saham, pengamat otomotif, penggiat teknologi, dan masyarakat umum yang mengikuti perkembangan ekonomi global.

kadobet

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*